Morfologi Dari Pohon Apel Yang Tumbuh Subur Di Daerah Sejuk

Pohon apel dikenal sebagai tumbuhan yang hidup subur di daerah bersuhu sejuk. Ini bisa dilihat dari potensi daerah dingin yang banyak memproduksi apel. Contohnya adalah di Malang.

Banyak orang yang membudidayakan pohon ini. Pasalnya, buahnya menjadi komoditi yang diperjual belikan dengan nilai jual yang menjanjikan.

Lantas, seperti apa ciri-ciri dari tanaman apel tersebut? Secara umum, tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 10 meter. Tentunya, ketinggian tanaman sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah.

Batang tanamannya berwarna cokelat muda dan tua. Tekstur batangnya sedikit kasar lantaran mengandung serat kayu.

Daunnya berbentuk oval dengan ujung meruncing. Sementara pangkal daunnya sedikit tumpul. Dan tulang daunnya tampak menyirip dengan susunan mirip dengan tulang ikan dengan tepian bergerigi.

Untuk warna daunnya amat bergantung pada varietasnya. Normalnya, warna daunnya hijau muda atau pun hijau tua.

Sedangkan untuk sistem perakarannya, apel memiliki akar tunggang. Akarnya dapat tumbuh secara vertikal mau pun horizontal. Jika normal pertumbuhannya, akar tunggang ini bisa menancap ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 10 meter dan ditumbuhi dengan rambut halus.

Sedangkan akar horizontalnya akan menyebar di sekitar permukaan tanah. Fungsinya untuk menguatkan tanaman  hingga memaksimalkan penyerapan pada unsur hara dan air.

Untuk bunganya sendiri berjenis majemuk. Biasanya, tandannya akan terisi 6-7 kuntum bunga dengan mahkota yang berwarna putih atau merah muda.

Ketika sudah memasuki usia pembentukan buah, buah akan muncul. Bentuknya bulat dengan sedikit lekukan di bagian atasnya.

Umumnya, kulit buahnya sangat tipis. Kulit ini membalut daging buah yang teksturnya renyah. Kebanyakan, pohon apel akan siap dipanen setelah 141 hari dari terbentuknya bunga apel.